Minggu, 11 Oktober 2015

PIN 2015

Hai. Udah lama ni gak nulis. Lebih sering nulis di Path siihh...
Nah, kali ini aku mau nulis cerita tentang kejadian tadi sore.

Pukul 3 sore aku janjian sama Farah, Desy, dan Yusra. Kami janjian pergi ke Pekan Inovasi Nasional yang diselenggarakan di stadion Lhong Raya. Desy dan Yusra gak ada kepastian dan akhirnya mereka gak jadi pergi. Hanya aku, Farah dan Rifa (si adek sesepu. Dia minta ikut). Yaudah akhirnya kami pergi bertiga.

Banyak stan dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam PIN tersebut. Banyak pula informasi teknologi yang diciptakan oleh anak-anak Indonesia dan budaya-budaya dari daerah Indonesia yang belum kami ketahui sebelumnya.

Aku, Farah, dan Rifa kepo, mengunjungi berbagai stan dan menanyakan perihal apa saja yang menjadi kebanggaan daerah tersebut. Contoh yang paling berkesan nih ya, kami mengunjungi stan dataran tinggi Dieng, kabupaten Banjarnegara, Jawa tengah. Nah, yang jaga stan tersebut adalah hahahha cowok jawa!! Tampangnya lumayan laahh.. Maniiss euy. Wkwk (Mulai kacau ni KareD
a cerita tentang cowok :p )
Tapi serius, yang jaga stan itu termasuk cowok jawa yang manis. Aku sih lebih suka cowok Aceh :)) *halah skip soal cowok*
Awalnya aku agak agak malas  ngunjungin stan ini, soalnya si cowok ini sendirian dan suntuk gitu keliatannya. Aku melewatkan stan Banjarnegara ini, mengunjungi stan di sebelahnya. Ntah stan daerah apa, aku pun lupa. Tapi di stan yang ntah dari mana ini di pajang alat untuk membuat pelet. What? Pelet?? Mau pelet hati seseorang? Haha nggak ding, kue pelet itu. Sempat kaget juga pas baca tulisan "alat membuat pelet" :D :D

Lagi membaca dan mengamati alat membuat pelet itu, aku mendengar teriakan seseorang ditengah-tengah keramaian orang. Si Farah manggil. Ternyata dia nyangkut di stan Banjarn hiegara tadi. Nah, disini kami kepoin semua tentang Dataran Tinggi Dieng yang ada di Kabupaten Banjarnegara ini. Si mas jawa ini certain semuanya. Mulai dari makanan, pakaian, ritual, sampai hotel murah recommended. Hohoho

Yang lebih berkesannya lagi, si mas ini menceritakan tentang ritual potong rambut gimbal. Jadi, di derah Dieng ini rupanya terdapat anak-anak keturunan berambut gimbal, semacam titisan bagi mereka. Jadi supaya rambut mereka kembali normal seperti biasa dan gak gimbal lagi, mereka mengadakan ritual upacara pemotongan rambut. Kalo milih untuk potong sendiri, rambutnya tidak akan kembali normal, masih tetap gimbal. Mesti diakan upacara, baru lah kembali normal tu rambut gimbal mereka. Biasanya yang mengadakan upacara ini adalah kalangan pejabat yang berambut gimbal di daerah dieng ini. Setelah dilakukan upacara, rambut Derek's kembali normal seperti biasa. (Dan kami baru tau ada titisan dan ritual semacam ini di jawa). Sebuah informasi bermanfaat yang kami dapat di stan ini dari si mas manis. Hahha :p ohiya, dia juga ada bilang kalo disana ada duren khas banjarnegara. Katanya, durennya berduri, tapi pas dibuka, buah durennya gak berduri lagi. *yakaleeeeeee. Sama aja kayak duren yang ada di Aceh -_- eh gak semua di Aceh, di seluruh penjuru Indonesia yang ada durennya :)
Terus disana juga ada pepaya kecil gitu, hanya tumbuh di Dieng karena sangat berpengaruh pada tekstur tanahnya. Buah pepaya kecil ini banyak serat, bagus untuk pencernaan. Waah jadi pengin makan pepaya ini euy :D
Dataran tinggi Dieng kabupaten Banjarnegara ini sooo interesting. Bisa langsung liat sunrise di dataran tinggi Dieng ini. Seru! Mudah-mudahan ada kesempatan untuk main kesana ya!

Hehe, banyak informasi lain yang kami dapat di PIN tahun ini. Sungguh event yang bermanfaat.

Hari menunjukkan pukul 5 sore dan kami mencari ruang shalat. Kami tanya di posko keamanan, dan mereka welcome, kemudian kami dikasih nasi kotak. *alhamdulillah ya rejeki anak sholeh.
Awalnya malu-malu dan nolak :p akhirnya mau juga kami, dikasih 5 kotak :D
2 untuk aku, 2 untuk Farah, dan 1 untuk Rifa. Wkwkw Alhamdulillah, rejeki emang gak kemana. Setelah itu kami menemukan tempat shalat dan langsung shalat ashar. Tiba-tiba ada anak kecil manggil "Kak Jannat.."
Kaget, kok ada anak kecil manggil aku. Hmmm.. Terus aku liat, dan aku tanya:
Me: Adeknya Desy, ya?
Her: Bukan, adek kak Ulfa ;)
Me : Ulfa itulah si Desy. Namanya Desy Ulfa Yana. Panggilan rumah: Desy *in my mind*
(Hahahaah kan kacau kali anak ini. Orang yang sama tapi kata dia bukan :')
.....
Adek si Desy pergi sama wawaknya. Senyum-senyum aja.. Katanya kak Ulfa dirumah, gak tau ngapain. Hmmmm.. Never mind. Desy kadang-kadang gak jelas dia. Haha yasudahlah. Setelah itu kami pulang. Pulang dengan membawa sejumlah informasi yang bermanfaat. Oke, cukup sekian dulu cerita hari ini. Semoga tulisan ini juga bermanfaat bagi para pembaca :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar